begitu banyak orang sukses di mana-mana,...yang terlintas di benak kita mungkin rasa bangga akan keberhasilan orang itu, senang bisa berkawan dengan orang yang sukses, tapi dibalik semuu itu jauh di dalam lubuk hati kita yang dalam mungkin saja kita merasa iri akan keberhasilan orang yang kita kagumi.
kenapa sih orang itu bisa berhasil dan sukses....??
kok saya ngk bisa seperti dia sih..!! dia kan teman aku sd dulu aku tau dia tu pintarnya seperti apa, masih dua atau tiga level di bawah aku...
ada sebuah ilustratasi cerita seperti biasanya di terbitan cerpen sebelumnya..
sebuah keluarga kecil yang berusaha bertahan hidup dan berpindah-pindah tempat tinggal karena zaman penjajahan,. sang ayah yang bernama Sule dan ibu bernama Rose, kehidupan sehari-hari adalah bercocok tanam untuk keperluan rumah tangga yang setiap hari mengandalkan hasil dari kebun yang kadang tidak cukup dikonsumsi pada hari itu saja..mereka memiliki 4 orang anak,keluarga ini bolelah kita katakan keluarga nol..semuanya serba sulit!!!...keempat anak Sule kesehariannya membantu di kebun dan memelihara ternak, kejadian itu berlangsung terus menerus hingga suatu saat pertumbuhan dari masing-masing memilih jalan yang berbeda-beda....
anak pertama adalah seorang gadis,..karena tuntutan ekonomi serta derajatnya sebagai wanita pada saat itu kurang diandalkan dibandingkan pria,. dia hanya tinggal dan membantu ibu dan ayah di rumah..memasak dan mengerjakan setiap pekerjaan rumahan...dan hanya lulus sd saja
anak kedua seorang pria,..dia memiliki kelebihan di bidang pertukangan, ukiran dan segala macam,.dengan modal itu dia belajar dan menggeluti bidang sebagai tukang atau kuli bagunan,..sebenarnya dia pengen sekolah tapi karena lagi-lagi masalah ekonomi dia putus sekolah...hanya lulus smp saja
anak ketiga adalah seorang wanita,..tidah jauh dari kakaknya yang pertama, membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah dan memberi makan ternak lembuh dan dombanya setiap hari....dan hanya lulus sd saja
anak yang terakhir adalah seorang pria....kemampuan individualnya standar seperti yang dimiliki olek kakak-kakaknya,. tidak begitu pintar,bahkan boleh dikatakan lebih bodoh dari kakaknya...
sewaktu anak keempat masuk sekolah dasar,.tidak pernah sekali pun menjadi peringkat 10 besar,..kemudian lulus sd ia ngotot ingin melanjutkan sekolahnya ke smp,..pada saat itu ayahnya tidak begitu mendukungnya karena keterbatasan ekonomi,.tapi dia tetap saja melanjutkan sekolahnya,..hingga beberapa tahun usai,...dia tetap melanjutkan sekolahnya ke SMA,..
satu persatu cacian datang dari kakak-kakaknya,..!!!
heii...kmu adikku...!!apa yang kau inginkan dari sekolahmu itu,..hanya memboroskan uang orang tua,.untuk mendapatkan uang sekolahmu ayah harus kerja keras,..
dan kemudian anak yang kedua membelahnya,..kau boleh saja sekolah tapi igatlah orang tua begitu susahnya mencari uang untuk sekolahmu itu...
terjadi kegundaan yang selalu difikirkan oleh anak keempat ini...hingga suatu ketika iya bertanya kepada ayahnya,.apakah aku bisa melanjutkan sekolahku hingga ke jenjang unifersitas...dengan melihat kesungguhan dan tekat yang dimiliki oleh anaknya itu, ayahnya lalu berkata...lanjutkanlah sekolahmu,..aku akan berusaha dengan ibumu beserta kakak-kakakmu untuk membantu biaya sekolahmu nanti...tapi satu yang harus kau ingat jangan pernah mengecewakan kami semua.....
anak ini pun kemudian merantau ke ibukota,.untuk melanjutkan pendidikan ke unifersitas...6 tahun masa kuliahnya diselesaikan,..diapun lulus dan bekerja menjadi seorang guru...
dengan membandingkan jalan kehidupan keempat bersaudara tadi,..jelaslah yang berhasil adalah anak yang keempat..sedangkan anak yang pertama, kedua dan ketiga hanya melanjutkanhidupnya biasa-biasa saja..
dipengujung cerita masing-masing berkeluarga dan memiliki anak,...tetapi anak yang keempat tadi menghabiskan segala hidup dan uang gajinya sebagai guru untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga semuahnya menjadi sarjana,.. berbeda dengan yang dilakukan oleh kakak-kakaknya,..jika mendapat hasil dari panen kebunnya,. langsung membuat rumah makan enak dan segalah macam...
memang pada saat ini anak yang keempat hanya hidup dengan ekonomi yang biasa-biasa saja,...tetapi proses perjuangan yang dilakukannya akan menjadi warisan yang lebih berharga bagi anak-anaknya jauh dari pada hasil yang di dapatkannya saat ini...
nahhh....
mudah-mudahan dengan ilustrasi tadi kita bisa memetik makna dari apa arti proses itu,..proses bukan hanya menentukan hasil tetapi juga pembelajaran yang jauh lebih berharga dari hasil yang kita dapatkan...
ada sebuah contoh lagi....
orang cina ekonominya tumbuh sangat pesat...apa yang dilakukannya..??
saya punya kawan seorang cina...ayahnya hanya seorang penjual kopi....tapi anak-anaknya disekolahkan sampai ke luar negeri...
berbeda dengan orang asli indonesia baru aja sukses dikit jualan bakso,.langsung beli mobil,..anaknya minta uang sekolah aja,..dibilangin tunggu sampai dekat semester aja baru dibayar...
setuju.setuju..
BalasHapusyg di ingat itu proses bukan hasil...:)