kalau buat rumah beton sama rumah kayu, jika datang gempa mana yang cepat rubuh..?
ya kalau itu sih anak SD tau...! jadi ngk usah kita jawab, soalnya udah pada tau kan...!!
sesuai dengan judul kita,.. kita akan membahas tentang segala seluk beluk material,. dalam hal ini materialnya adalah diri kita sendiri..!
guru SD, saya dulu sering berkata kepada kami, mau jadi apa kalian semuanya kalau tingkah kalian kayak gini terus!"gampanglah bu, nanti lanjut ke sekolah unggulan, trus kuliah di unifersitas negri biar jadi guru lagi kaya ibu"...hahahah ibaratnya kerjaan sebagai guru adalah kerjaan terakhir yang menurut kami pada waktu itu adalah yang termudah..ya kini baru tersadar betapa susuahnya kuliah untuk menjadi seorang guru itu...!
itu hanya selingan saja,..oke..
langsung saja kepada cerita ilustrasi yang akan menjelaskan secara real apa maksud dari judul kita!
seorang ayah yang berprofesi sebagai dokter,.mempunyai dua orang anak yang bbernama Aan dan Joko..anak pertama yaitu Aan memang memiliki otak cerdas dan kemampuan di bidang IPA yang sangat baik,.. dia selalu menjadi juara di berbagai lomba Sains atau semacamnya,..selalu menjadi juara kelas. dan membanggakan orangtuanya..
karena kemampuan yang dimiliki Aan itu,,ayahnya menyarankan agar mengikuti jejak yang telah dibuat ayahnya yaiitu menjadi seorang dokter..Aan pun dengan senang hati mengikuti apa kata ayahnya itu,..
dilain pihak adeknya yang bernama Joko, kemampuan yang pas-pasan, tak pernah tinggal kelas, tak pernah juara dalam lomba apa pun soalnya ngk pernah bisa menjadi wakil dari sekolahnya...!!!hahahahah "mau jadi apa kmu ini,lihat kakakmu Aan selalu berprestasi kamu tidak" kata ayahnya,.Joko yang selalu tertekan oleh dominasi kakaknya sendiri dan tekanan dari ayahnya yang memaksakannya untuk bisa seperti kakaknya membuatnya murung dan mengeksplorasikan kekesalannya ke buku diary miliknya dalam bentuk cerita,..
suatu ketika buku diarynya dibaca oleh ibunya dan kemudian menemukan bakat tersendiri Joko, iya membuat cerita-crita yang sangat imajinatif dan membuat ibunya selalu diam diam datang ke kamar Joko untuk membaca diarynya setiap hari...
lalu ayah dan ibu Joko pun berdiskusi tentang joko,.."mengapa sih Joko itu bodoh, dia kan bisa belajar sama kakaknya", lalu ibunya berkata"tidak, bukan seperti itu yang dibutuhkan oleh joko,dia hanya perlu mencocokkan diri dengan keahliannya,dia pandai bercerita, membuat cerpen, dan kreatifitasnya sangat tinggi dalam mengimajinasikan sesuatu, gimana kalau kita masukkan Joko ke sekolah sastra Indonesia,?" lalu ayahnya kembali berkata terserah lah sama kamu aku ngk tau harus berbuat apa untuk dia..!
Joko akhirnya masuk ke perguruan tinggi ilmu sastra Indonesia,..
beberapa bulan dia di dalam,.ia selalu membuat karya-karya tulis yang temtunya menjadi pujian bagi dosen-dosenya. suatu ketika dia membuat suatu novel, yang tak disangka-sangka populer dan diminati oleh ribuan bahkan jutaan pembaca novel,.Joko pun melanjutkan keberhasilannya sebagai penulis novel, dan mendapat rekor sebagai penulis novel terbaik..!
ayahnya pun baru mengerti ketika Joko berhasil di bidangnya, berbeda dengan Aan yang sejak dari awal memang sudah berada pada jalur kemampuannya,.Aan sukses di bidangnya dan juga Joko yang berhasil dibidangnya..
andaikan Aan yang seorang pintar bersaing di bidang yang dikuasahi Joko pastilah Joko akan mendominasinya,.berbeda dengan kondisi awal ketika Joko harus bersaing di bidang yang tidak sama sekali dikuasahi olehnya...
nah...
kembali ke pertanyaan pertama tadi, cuman kita rubah sedikit pertanyaannya menjadi
"rumah yang terbuat dari beton dengan rumah yang terbuat dari kayu,.yang mana yang bisa di bongkar pasang?kita pasti sudah tau jawabannya juga, jadi ngk usah di jawab ya..!!
dengan kata lain kita kenali potensi diri kita masing-masing dan berfikir untuk mengasah potensi tersebut,.jangan karena tuntutan orang tua, ataupun gengsi terhadap teman ataupun pacar,sehingga menyepelehkan kelebihan dan kekurangan diri kita..karena semua material di dunia ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri dan memiliki proses yang berbeda-beda pula untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar