smua orang pasti punya kwan atau pasangan hidup,.dalam hubungan kita dengan orang lain smuanya berawal dari rayuan,...!! emang benar sih mana ada orang yang mau temanan sama orang yang baru jumpa udah bentak bentak, plng tidak ada chemistrinya kan,.ya contoh singkatnya aja niee...!!!kalau pengen dekati cewek tw cowok awalnya, kita harus pinter ngerayu dia,yang masalah apa dia mau ngak trima rayuan itu...?
kalau orang itu ngk mau terimah rayuan kita otomatis dia ngak mau dekat dekat ma kita..terkadang sih orang kadang sok nolak tapi sebenarnya dia kepengen cuman, dia masih perluh rayuan yang lebih lagi dengan usaha yang kuat agar dia bisa percaya...
nahhhh.....!!!
emang benar kan kalau rayuan itu sangat penting dalam menjalin hubungan dengan orang lain,
apaan sich..!!, ngak nyambung banget dengan judul di atas,..?penjelasan di atas kan sama orang bukan sama Tuhan..? baru baca dikit udah ngk sabar, untuk ngerayu kan butuh kesabaran baca satu paragraf duang udah enggak sabaran, gimana mau gerayu Tuhan sama penulisnya aja ngk sabaran,..hahaha ....! cuman selingan,,
oke, pada cerita ini kita akan mendapatkan jawaban dari judul tersebut,..!!
ada seorang anak yang hidup dengan situasi keluarga yang pas-pasan,.pas pengen makan enak ada, pas pengen jalan jalan ada mobil, pas pengen duit ada banyak di ATM,,hahaha maksudnya di sini emang dia hidup serba kekurangan kadang makan sehari ngak bisa terpenuhi, ayahnya seorang sopir, ibunya berdiam diri di rumah nunggu ada pesta tau kerjaan rinngan yang dapat gaji yang tak seberapa,.Mereka sekeluarga bisa dikatakan keluarga besar soalnya anak ini memiliki saudara 6 orang sementara dia adalah anak yang kedua,pada saat dia lulus SMA, orang tuanya kebingungan untuk nyekolahkannya, gimana ngk kebingungan makan seharian aja sulit gmn dengan bayar biaya kuliah,.emang sih anak pertama udah kerja cuman gaji kakaknya itu pas-pasan untuk dirinya sendiri.
anak ini kita sebut aja namanya Sabar,.
di situasi yang sangat sulit Sabar sangat ingin dan punya tekat untuk melanjutkan sekolahnya di jenjang yang lebih tinggi, yaitu unifersitas negri di kotanya. segala cara dilakukannya mulai dari bantuin orang cuci piring, sampai jadi kennek mobil tuk membeli formulir pendaftaran SMPTN.Dia selalu berdoa agar di berikan kemudahan dan jalan yang mudah untuk menjalaninya..
sampai suatu hari dia mendaftar biasiswa yang di danai oleh pemerinta daerah,. puji TUHAN saya masuk daftar penerimah biasiswa tersebut, salut si Sabar,.
orang tua sabar sangat gembira dan bangga kepada sabar yang begitu berjuang untuk mendapatkan jalan yang mudah untuk melanjutkan kuliahnya. Saat itu juga Sabar berdoa kepada Tuhan,. ya Tuhan trimah kasih telah memberikan kemudahan kepadaku aku berjanji aku akan kuliah sebaik mungkin, akan ku kejar cita -citaku selanjutnya,
akhirnya langkah awal yang gemerlang di dapatkan oleh Sabar akhirnya dia masuk ke UI (unifersitas impian) dengan biasiswa yang dijanjikan sebesar Rp. 15.000.000 yang akan di terimahnya setiap tahunnya dengan jangka waktu 4 tahun. hahhhh alangka besarnya trimah kasih Tuhan akan ku tepati janjiku itu.
beberapa bulan kemudian dia menjalani masa kuliahnya dan apa yang terjadi, dia hanya memfoya foyakan uang biasiswanya tersebut, pergi ke warnet lah, makan yang enak enak, berjudi dan segala macam kenikmatan duniah, akhirnya semester pertama usai, Sabar mendapatkan ip sebesar 2,4, ahhhhh ipq ini masih taraf normal secara gi to lohh, aku kan masuk UI (unifersitas impian), jurusan teknik lagi.kehidupannya berlangsung terus menerus seperti itu, semester dua usai dia dapai ip 1,9, dia tidak nyangka dirinya sudah jauh terperosok ke dalam jalan sesat, janjinya yang di sebutkan dalam doanya sebelum masuk unifersitas pun jauuh dari rencana dia melanggarnya,. dan kemudian musibah terjadi Sabar mendapatkan info kalau biasiswa yang di kontrak selama 4 tahun akan ditiadakan pada tahun berikutnya, dia sangat prustasi dan dalam kehidupannya hanya ada fikiran bahwa situasilah yang membuatnya seperti itu, apakah benar situasi yang merubahnya, apakah benar jalan hidup yang memfoya foyakan merubahnya. jelas lah bikan tetapi dirinyalah sendiri yang yang mendatangkan hal tersebut.. gimana dengan situasi dimana ia hendak masuk ke perguruan tinggi, dia masih lebih kecil dari situasinya saat ini. tapi dia bisa bangkit dengan kesabaran,usaha,tekat, pengharapan dan kejujuran, karena hanya dengan itulah kita bisa merayu Tuhan agar memberikan jalan yang mudah,
seperti kata penjelasan di paraggraf pertama mana ada orang yang mau berteman dengan orang yang taunya ketika kita jumpa bentak bentak,.Tuhan pun pada saat itu marah dan malah memberikan jalan yang sulit agar dia bisa kembali mendapatkan kesabaran, usaha,tekat, dan pengharapan seperti apa yang pernah dia lakukan.
nahh,,.. kalau sudah tau begitu kenapa tidak berlombah-lombah merayu Tuhan biar di berikan jalan yang mudah. !?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar